SELAMAT DATANG DI AL-MAKWA WEBLOG COMMUNITY

Line News

Sabtu, 13 Juni 2009

Keutamaan membaca Al qur'an sesudah waktu ashar

kenapa habis ashar? karena saat itu amal harian di angkat ke lngit, la kalau ujungnya lagi baja Al quran, kan besoknya dapat jawaban dari Alloh, kalau seharian berbuat yang ndak-ndak kan masih di ujung harui ada perbuatan kebaikan, jadi itu salah satu kenapa waktu ashar, ndak setelah magrib, la kalau magrib
, ya ndak yau kalau malamnya berbuat yang membuat Alloh ndak senang, lalu doa, pun akan tertutup, artinya, tertutup dengan catatan buruk perbuatan setelah berdoa, itu cuma politik orang berdoa aja.


Baca selengkapnya ......

Kamis, 04 Juni 2009

Semua orang bisa jadi Penyembuh

aku pernah mengatakan semua orang bisa jadi penyembuh, atas ijin Alloh, cuma perlu tau caranya saja, la wong yang nyembuhin itu Alloh semua, jadi caranya ya mendekatkan diri pada Alloh itu, waidza maridtu fahua yasfin, bila kita sakit Alloh lah penyembuhnya, maka tiada orang siapa pun yang hebat, dokter atau tabib, semua hanya mengambil manfaat dari obat yang telah di sediakan Alloh, orang yang masuk rumah sakit, kemudian meninggal pun banyak, orang yang tak masuk rumah sakit sembuh pun tak terhitung, jadi sebenarnya siapa saja bisa jadi penyembuh, dan penyembuh yang paling mujarab yaitu
pnyembuh langsung dari Alloh, walau di dunia ini memang sudah tersediakan apa-apa yang punya kasiat obat, tapi kekuatan do'a melebihi segalanya, cobalah amalkan apa yang saya ajarkan, belajar jadi penyembuh diri dan keluarga, kemudian meluas kepada masyarakat, tak ada yang lebih nikmat melebihi nikmat diri berguna bagi banyak orang.


Baca selengkapnya ......

Selasa, 02 Juni 2009

Pengobatan

Baca selengkapnya ......

Tentang Tasawuf Jawa

Soal tasawuf, aku sendiri belum melihat tasawuf jawa, gimana ajarannya, namun aku pernah dialog sama orang yg mengamalkan tasawuf jawa, kulihat dr apa yg dia katakan, memang ndak jauh beda dg ajaran ulama' salaf, cuma ku lihat makin d tmbh dalam sehingga kalau boleh mengatakan terlalu melampoi batas, sehingga dr situ mulai tdk singkron dg tasawuf yg d ajarkn ulama' salaf, jg dlm doa doa tak jauh beda, tp kemudian ada doa yg penekanan pd jawanya kental, ya ndak papa kalau itu tdk jd keharusan, ya kalau jd keharusan mka seperti membangun jembtan lalu lupa dg tujuan pembangunannya. Berdoa, lupa pd siapa berdoa, apa tujuannya, atau d ributkan tujuan, lupa arah tujuan sebenarnya.


Baca selengkapnya ......
copyright 2009
Edied By Kang Oc , Gus Hubbah , Dany , And Makwa Team